Tarbiah Buat Kamu
Riadah
Pernah kita melihat seseorang yang pada zahirnya sering melakukan dosa dan maksiat tetapi hidup dengan kekayaan yang berlimpah ruah.
jika ini berlaku kepada anda maka berhati-hatilah. RAsulullah SAW pernah bersabda " Apabila engkau melihat Allah memberi seseorang hamba kelimpahan dunia atas maksiat-maksiat nya , apa yang ia suka, maka ingatlah, sesungguhnya hal itu adalah istidraj" lalu RAsulullah membacakan ayat 44 dari surah al-An'aam. Artinya,
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”
Berdasarkan hadis dan ayat dia atas jelas ia bukan satu nikmat yang Allah berikan tetapi sebuah peringatan kepada kita. Teguran Allah tu bermacam-macam cara.
Apa sebenarnya istidraj ini. Istidraj ialah pemberian nikmat Allah kepada manusia sedangkan Allah tidak meredhai pemberian tersebut. Seperti yang di sebut dalm suaran al-An'aam ayat 44 "KAmi pu membuka pitu-pintu kesenangan untuk mereka namun di akkhir pemberian itu menanti siksaan yang maha pedih. jadi pilihan di tangan kita sama ada memilih kenikmatan yang tidak Allah redhai atau memilih menjauhi siksaan yang amat pedih itu. Rasulullah sudah memberi peringatan kepada kita jika Allah beri kita kesenangan dunia sedangkan kita masih melakukan maksiat dan dosa. selalulah muhasabah diri agar tidak tergelincir dari landasan Allah.
Manusia pada kebiasaannya apabila di beri kenikmatan akan menjadi lalai malah ada yang bangkit menentang Allah buktinya Firaun. Allah kurniakan dia dgn sebesar-besar nikmat harta yang melimpah kekuasaan yang besar dan tidak pernah sakit tapi firaun menjadi sombong dan lalai lalu dengan kenikmatan itulah Allah binasaakan firaun.
Rasululullah yang naik bertemu Allah pun tidak pernah sombong. Kesombongan denagn kenikmatan yang Allah beri adalah punca kebinasaan diri. Nabi sulaiman yang Allah beri sebesar-besar pangkat sehinggakan semua makhluuk di dunia ini tunduk kepadanya tetapi beliau tidak sombong secantik-cantik nabi yusuf dan semerdu-merdu suara nabi daut tidam membuatkan mereka sombong dan lalai. Mereka semua tunduk dan sujud menyembah Allah bila sampai masanya. kenikmatan yang Allah berikan tidak membuatkan mereka lalai dan sombong tetapi menjadikan mereka makin beriman.
Begitulah juga kita hendaknya. walaupun kita ini manusia biasa yang penuh dengan kelemahan sedangkan mereka semau adalah nabi dan rasul manusia pilihan tapi kita hendaklah mencontohi keperibadian mereka. Semoga Kenikmatan yang Allah kurniakan kepada kita tidak menjadi asbab kita d seksa.. selalulah muhasahabah diri untuk mengetahui kelemahan kita. sama-samalah kita pertingkatkan amalan kita agar rezeki dan kenikmatan yang Allah beri kepada kita adalah kenikmatanyang Allah redhai. Tetapi jangan pula kita kecewa bila mana kita sudah berusaha menjaga amalan kita tetapi masih juga Allah uji kita denagn kesempitan. Kerana Allah maha mengetahui apa yang terbaik buat hamba-hambaNya. mungkin Allah mahu memberi ganjaran pahala yang melimpah-limpah untuk kita di akhirat kelak.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

terbaik bos
ReplyDeletetq boss
ReplyDelete